Implementasi Trilogi Universitas Nusa Putra
Mengamalkan Trilogi Universitas Nusa Putra
Hallo Genusian!
Perkenalkan saya Naya Nur Annisa Achyadi dengan NIM 20220080467, Mahasiswa dari Prodi Manajemen Universitas Putra. Setelah mengikuti seminar kenusaputraan yang dilaksanakan pada Kamis 10 Juli 2025 yang dilakukan secara offline di Auditorium dan Streaming Youtube yang disampaikan oleh Dr. Kurniawan ST., M.Si., M.M, Ir Anggy Praditha Junfithrana, S.Pd., MT dan CSA. Teddy Lesmana., S.H., M.H dalam tulisan artikel ini saya akan menceritakan pengalaman saya tentang Nilai Trilogi Nusa Putra dalam kehidupan sehari - hari.
Amor Deus ( Cinta Kepada Tuhan )
Mengikuti kegiatan mengaji rutin di masjid bersama ibu – ibu bukan hanya sekadar aktivitas keagamaan, tetapi juga merupakan wujud aktualisasi Amor Deus dalam Trilogi Nusa Putra, yaitu cinta kasih kepada Tuhan. Melalui kebersamaan dalam membaca Al-Qur'an dan memperdalam ilmu agama, nilai spiritual dan keterikatan batin kepada Sang Pencipta semakin terpatri dalam jiwa tiap individu. Amor Deus merupakan pilar pertama dari Trilogi Nusa Putra, yang menekankan pentingnya hubungan erat antara manusia dan Tuhan. Melaksanakan pengajian atau mengaji bersama di masjid dengan ibu – ibu menjadi salah satu cara membumikan nilai-nilai ilahiyah tersebut. Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, para jamaah saling mengingatkan akan pentingnya menjaga ibadah, mempertebal iman, dan menjalankan syariat agama dalam keseharian mereka. Kegiatan mengaji bersama ini tak hanya menjadi sarana memperlancar bacaan Al-Qur'an, tetapi juga sebagai wadah untuk mendalami ajaran agama, memperkuat ketakwaan, dan menambah wawasan keislaman. Dengan Mengikuti pengajian rutin bersama ibu – ibu akan membawa dampak positif bagi setiap individu dan masyarakat. Secara personal, kegiatan ini memberikan ketentraman hati, memperkuat jiwa, dan meningkatkan kesadaran spiritual. Dengan begitu, nilai Amar Deus tercermin dari niat ikhlas, ketekunan dalam belajar, dan keinginan menapaki jalan ketaatan kepada Tuhan. Kegiatan mengaji rutin bersama ibu – ibu membuktikan bahwa spiritualitas tidak hanya diwujudkan dalam doa dan ibadah individu, tetapi juga lewat kebersamaan dalam komunitas. Para peserta saling menguatkan untuk istiqamah meneladani ajaran agama, menjadi insan yang bermanfaat, dan siap menyebarkan kedamaian di masyarakat.
Amor Concervis ( Cinta Kasih Kepada Sesama )
Mengajar anak – anak Sekolah Dasar ( SD ) selama masa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) merupakan salah satu aktivitas yang paling mencerminkan pengalaman nilai Amor Concervis yaitu cinta kasih kepada sesama dalam Trilogi Nusa Putra. Melalui peran mahasiswa sebagai pendidik dan pembimbing bagi anak – anak di lingkungan desa, nilai solidaritas, kepedulian sosial dan empati dapat diwujudkan secara nyata. Amor Concervis menekankan pada cinta kasih dan kepedulian kepada sesama manusia, dalam Trilogi Nusa Putra, nilai ini menjadi pengikat insan Nusa Putra untuk merangkul perbedaan dan menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, ketika mahasiswa turun ke desa untuk mengajar anak – anak SD dalam Program KKN, mereka membawa semnagat pelayanan sosial dan komitmen terhadap kemajuan generasi muda secara sukarela. Mengajar anak SD bukan sekedar memindahkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mental anak – anak. Mahasiswa dengan penuh kesabaran membiming, mendampingi sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan sikap saling menghormati, berbagi dan tolong – menolong. Setiap perhatian dan motivasi yang diberikan mendorong tumbuhnya rasa percaya diri serta semangat belajar pada anak – anak. Aktivitas mengajar dilakukan dengan beragam metode yang kreatif seperti pembelajar berbasi permainan, berlajar sambil bernyanyi, diskusi interaktid hingga pemberian game yang edukatif, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengganti guru, tetapi juga sebagai sahabat bagi murid – murid di Sekolah Dasar dan menciptakan suasana ruangan kelas yang menyenangkan. Selama KKN, mahasiswa sering membantu siswa – siswi yang memiliki hambatan kognitif seperti hambatan terlambat membaca atau menulis serta membantu memperkuat keterampilan sosial mereka, kondisi ini menuntut keikhlasan, dedikasi dan daya tahan, karena tidak semua anak memiliki latar belakang yang sama. Dampak dari aktivitas ini sangatlah besar, baik bagi siswa/sisw, mahasiswa/mahasiswi, maupun masyarakat. Siswa/siswi merasa diperhatikan dan terbantu, sementara mahasiswa/mahasiswi dapat belajar dan melatih jiwa kepemimpinan, empati dan tanggung jawab sosial.
Amor Parentium ( Cinta Kasih Terhadap Orang Tua & Keluarga )
Menghabiskan waktu bersama keluarga dna orang tua di akhir pekan di luar rumah, merupakan salah satu cara paling bermakna dalam menerapkan Amor Parentium yaitu cinta kasih terhadap orang tua dalam Trilogi Nusa Putra. Nilai ini menggaris bawahi pentingnya membangun hubungan emosional yang erat dengan orang tua dan keluarga, melalui perhatian, kehadiran dan kebersamaan. Dalam era modern yang penuh dengan kesibukan, akhir pekan menjadi salah satu momentum yang sangat berharga untuk memperkuat ikatan batin antara anggota keluarga. ketika saya memilih meluangkan waktu bersama keluarga, artinya saya sedang mempraktikkan cinta dalam bentuk paling sederhana namun penuh makna. Kegiatan seperti jalan – jalan ke kebun the, makan bersama di luar, berwisata atau sekadar menikmati suasana baru bersama orang tua dan keluarga menjadi salah satu media untuk mempererat komunikasi, saling berbagi cerita, dan mengembalikan kehangatan yang mungkin terabaikan selama hari-hari kerja yang padat. Di sinilah nilai Amor Parentium tidak hanya menjadi doktrin moral, tetapi hidup dalam tindakan nyata yang menyentuh perasaan dan memperkuat nilai kekeluargaan. cinta kasih terhadap orang tua melalui kebersamaan di luar rumah juga mencerminkan penghormatan dan rasa terima kasih atas peran mereka dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan, anak bisa lebih terbuka untuk mengekspresikan perasaannya, memperlihatkan perhatian, serta menawarkan dukungan emosional yang barangkali sulit diperlihatkan dalam keseharian. Sebaliknya, bagi para orang tua, momen-momen seperti ini menjadi sebuah bentuk pengakuan yang sangat berarti, bahwa kehadiran mereka dihargai dan dicintai tanpa syarat.
Komentar
Posting Komentar